Plt Wali Kota Tanjungbalai Secara Virtual Grand Launching (Strategic Foresight) BPK
Cari Berita

Advertisement

Plt Wali Kota Tanjungbalai Secara Virtual Grand Launching (Strategic Foresight) BPK

Jumat, 22 Oktober 2021


SIPASNA.COM | Tanjungbalai - 
Badan Pemeriksa Keuangan  Republik Indonesia (BPK-RI) melaksanakan giat Grand Launching Pendapat (Strategic Foresight) BPK.

Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Tanjungbalai H. Waris Thalib didampingi Kepala Inspektorat Daerah, Susanto secara virtual dari Ruangan Command Center Diskominfo Pemkot Tanjungbalai, Kamis (21/10/2021).  

Acara yang mengusung Tema "Membangun Kembali Indonesia dari Covid-19 : Skenario, Peluang dan Tantangan Pemerintah yang Tangguh". 

Secara singkat Ketua BPK RI, Dr. Agung Firman Sampurna mengatakan Foresight BPK dilakukan dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara menyusun kajian perspektif jangka panjang mengenai berbagai kondisi, peluang, tantangan dan risiko yang mungkin terjadi di masa dan pasca pandemi.

"Foresight BPK dilakukan dalam rangka menghadapi keadaan yang serba ketidakpastian dengan cara menyusun kajian, perspektif jangka panjang mengenai kondisi, peluang, tantangan dan resiko yang mungkin terjadi. Saat ini kita susun dalam kondisi pandemi Covid-19," ujarnya.

Foresight BPK melibatkan berbagai kelompok mulai dari para pengambil kebijakan publik, pimpinan kementerian/lembaga, para praktisi, akademisi, industri, termasuk dari kesehatan dan jasa keuangan dan sebagainya yang dipandang dapat memberikan masukan terkait dengan mendeskritsikan masa depan Indonesia. 

"Yang kami susun ini secara bertahap dan transparan serta dapat dipertanggungjawabkan baik secara akademik maupun prosedurnya. Juga adalah skenario Indonesia untuk tahun 2026," tuturnya.

Tahapan pertama BPK berhasil mengindentifikasi 1.350 entry, sebagai gambaran betapa banyak hal-hal yang dianggap dapat mempengaruhi masa depan Indonesia. 

"Dari 1.350 dipilah menjadi 139 kemudian menjadi 26 dan akhirnya menjadi 5 fundamental uncertainties. Kemudian menyusun kerangka skenario. Dan dari 5 fundamental uncertainties menjadi 2 critical uncertainties," urainya.

"BPK telah menyerahkan hasil foresight BPK ini kepada Presiden RI pada 15 Oktober 2021 di Istana Negara. Keterlibatan berbagai pihak dalam membawa Indonesia menuju arah lebih baik menjadi hal penting yang perlu dilembagakan. Untuk itu dibutuhkan situs resmi yang bisa diakses secara terbuka semua pihak. Untuk itu website strategic BPK secara resmi di launching. Mari Bersatu untuk Indonesia lebih baik, untuk Indonesia lebih tangguh," tutup Agung.(MR)