Bagaimana Tiktok Mampu Merubah Sitem Sosial-budaya?
Cari Berita

Advertisement

Bagaimana Tiktok Mampu Merubah Sitem Sosial-budaya?

Minggu, 10 Januari 2021


 SI
PASNA.COM | Jambi
Kemajuan teknologi akan mendorong kemajuan peradaban manusia itu sendiri. Karena teknologi merupakan buah dari olah pikir dan akal manusia yang diciptakan untuk melengkapi dirinya.

Salah satu produk kemajuan teknologi saat ini ialah hadirnya mesin, pabrik, internet dan termasuk beberapa aplikasi online seperti tiktok. Aplikasi tiktok merupakan sebuah aplikasi hiburan yang trend dimasyarakat Indonesia saat ini. Semua orang dapat mengaksesnya tanpa mengenal batas usia, status, pekerjaan dan gender, mereka berbondong-bendong memakainya.

Biar tidak terkesan absurd, penulis akan mencoba menganalisa pengaruh tiktok terhadap perubahan sosial budaya masyarakat. Untuk kasus yang dikaji diambil di tempat kelahiran penulis yaitu di desa Silantom Julu, kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Awalnya desa ini seperti desa pada umumnya, masyarakatnya tentram, damai, ramah dengan lingkungan yang asri. Namun ada yang berubah semenjak masyarakatnya mulai mengenal aplikasi tiktok. Sebuah fenomena yang baru dengan efafuora yang baru pula. Tiktok merupakan platform video musik yang memperbolehkan para pemakai untuk membuat video musik pendek mereka sendiri. Pemuda/pemudinya belajar sambil main tiktok, ibuk-ibuk lupa memasak karena main tiktok, dan tak mau kalah bapak-bapak nge-tiktok dulu baru kerja. Jika sudah demikian apakah masih terkesan menguntungkan atau malah merugikan?

Disinilah terpampang jelas bagaimana teknologi ini merambah semua lini kehidupan. Tidak peduli akan berdampak positif atau negatif bagi pemakainya, ia akan terus mengalami perkembangan. Jadi masyarakat harus bisa menfilter dan memilih teknologi mana yang selayaknya dipakai. Karena tidak arif pula jika menyalahkan sepenuhnya perkembangan teknologi (tiktok) apalagi sampai-sampai anti terhadap teknologi.

Dampaknya pada Perubahan sosial-budaya

Perubahan sosial adalah perubahan dalam masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, nilai, sikap, dan pola perilaku individu di antara kelompok (sumber: kompas). Perubahan sosial ini merupakan perubahan individu dan keluarga di lingkungannya.

Pertama, sistem sosial masyarakat yang sudah tertanam rapi sejak dulu bisa saja berantakan akibat kuatnya dorongan dari luar. Dan inilah yang sedang terjadi saat ini. Kehadiran tiktok berpotensi besar merubah bahkan merombak tatanan sosial lama dan menggantinya dengan dengan yang baru.

Kedua, dalam aspek nilai, memakai tiktok sudah memiliki nilai tersendiri dimasyarakat. Bahkan tak tanggung-tanggung, nilai yang diberikan mendapat apresiasi besar. Siapa yang tidak bermain tiktok dianggap ketinggalan jaman. Maka tak jarang satu individu mengajak individu yang lain, kelompok yang satu mengajak kelompok yang lain.

Ketiga, sikap juga mengalami perubahan. Dalam beberapa kejadian para pemakai tiktok tidak lagi menunjukkan sikap yang baik dan ramah di masyarakat. Sungguh Sikap yang tidak etis ketika ada orang tua sekadar berbincang dengan anaknya tetapi anaknya malah sibuk bermain tiktok, atau pemuda yang melakukan tantangan tiktok di tempat ibadah (gereja). Ada juga yang mengabadikan musibah seseorang  hanya untuk mendapatkan viewers. 

Keempat, Pola Perilaku individu juga mengalami pergeseran. Jika dulu interaksi antar individu terjadi di lapangan (lingkungan masyarakat) sejenak berpindah ke dunia maya (tiktok). Dan dalam beberapa kasus ada individu yang begitu aktif bicara di medsos namun ketika terjun dalam masyarakat sejatinya adalah seorang pendiam.

Sangat disayangkan, jika nantinya kalangan anak muda disini terpengaruh dengan gejala-gejala buruk dari tiktok ini. Menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan followers sehingga tak peduli dengan video yang di unggahnya. Barangkali video tersebut mengandung provokasi, penghinaan, SARA, atau tidak etis sudah tidak peduli lagi. Yang terpenting ialah dapat meningkatkan followers/viral.

Adalah akibat dari globalisasi dan ketidaksiapan masyarakat

Sejatinya globalisasi membawa angin segar bagi kehidupan manusia. Layaknya sebuah jembatan dengan hadirnya globalisasi akan memudahkan setiap orang mengakses ide, gagasan, maupun konsep baru yang sebelumnya tidak ia ketahui.

Globalisasi akan mendekatkan semua negara. Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal (sumber:Wikipedia). Artinya ada sebuah koneksi antar negara-negara di dunia ini baik secara ekonomi, politik dan budaya yang tentunya ini akan berpengaruh kepada masyarakatnya.

Namun alangkah baiknya kita mesti melihat globalisasi ini secara kritis. Bahwa selain membawa dampak positif ternyata globalisasi juga membawa dampak negatif. Dan tanpa di sadari sebahagian masyarakat di desa ini adalah korban dari globalisasi ini. Hal ini bisa saja terjadi karena belum memiliki kesadaran tinggi dan kemampuan mengolah perubahan disekitarnya. Apa yang trend dimasyarakat dilahap secara cepat tanpa proses berpikir panjang apakah dengan mengonsumsinya akan berpengaruh positif atau negatif.

Sejatinya manusia begitu tertarik dengan hal-hal baru. Namun ketidaksiapan masyarakat dalam membendung derasnya hantaman globalisasi akan menggerus jati diri masyarakat disini. Anak-anak kelak tidak lagi  peduli dengan budayanya sendiri karena sudah terbiasa menikmati tiktok yang mempertontonkan budaya luar negeri. Belum lagi perilaku konsumtif karena ingin mengikuti trend sekalipun modal tak mendukung, aspek psikis yang bisa terganggu karena ingin selalu tampil sempurna. Dan akan masih banyak lagi efek yang terjadi ketika belum mampu mengambil manfaat dari sebuah kemajuan.

Masyarakat perlu disadarkan bagaimana cara yang benar dan bermanfaat memakai aplikasi tiktok. Sehingga kegunaan aplikasi ini sebagai media sosial memang bisa memberikan manfaat. Dengan memanejemen waktu penggunaan dan menambah  pemahaman dapat mengurangi resiko pengikisan sosial budaya, karena sejatinya sosial budaya di desa ini sudah begitu kaya dan bernilai. Dan melalui tiktok ini, kita juga bisa memperkenalkan budaya sendiri dan mempromosikan potensi sumber daya alam desanya.


Oleh: Priadi pasaribu

Penulis merupakan Mahasiswa Ilmu  pemerintahan,Universitas Jambi